Sabtu, 24 Juli 2010

7 KOMENTAR PEMAIN TERHADAP KEGAGALAN PERSIJA DI PENTAS SEPAK BOLA NASIONAL


Setelah mengalami kakalahan dari Persik Kediri 2-0 pada lanjutan leg kedua di Piala Indonesia. Putus sudah harapan warga Jakarta, khususnya The Jakmania. karena, Persija Jakarta sudah tidak ada harapan lagi dalam memperebutkan 2 Tournamen kasta tertinggi di negeri tercinta kita ini, yaitu Piala Indonesia dan ISL yang sudah di rebut oleh Arema Indonesia.
Memang kenyataan ini sangat pahit untuk kita, khususnya kita sebagai anggota The Jakmania. Kita boleh kecewa,  tetapi tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan ini. Kita semua harus berjiwa besar dan jangan pernah berhenti memberikan semangat untuk Persija Jakarta. Karena Jalan masih terbentang luas untuk Persija.
Kegagalan ini, bukan kita saja yang merasakan. Tetapi semua pengurus dan pemain Persija. Sebagian pemain merasa bersalah terhadap masyarakat Jakarta, khususnya The Jakmania.
Diantara pemain yang memberikan komentar itu adalah Bambang Pamungkas sebagai Captain Team, Aliyudin, Firman Utina, Baihakki Khaizan, fakhrudin Musafik, Leo Saputra dan Ismed Sofyan. Di bawah ini ada 7 komentar pemain terhadap kegagalan Persija yang di beritakan oleh Ketua Harian The Jakmania “Larico Ranggamone”.
Bambang Pamungkas: “Meminta maaf yang sedalam-dalamnya, atas nama pribadi dan Kapten Team, terhadap kegagalan Persija di pentas ISL dan Piala Indonesia. Bambang Pamungkas memberikan penghormatan yang luar biasa terhadap The Jakmania yang mendukung Persija dimanapun berada. Bambang Pamungkas merasa Persija dan The Jakmania, sudah tertanam di dalam hatinya”.
Aliyudin: “Hatinya sangat terharu dan tidak bisa berkata-kata apalagi atas kegagalan ini, Aliyudin merasa punya dosa besar terhadap masyarakat Jakarta dan The Jakmania, karena tidak dapat memberikan gelar apapun untuk Persija. Kedepannya Aliyudin menyerahkan sepenuhnya pada manajemen Persija, dirinya masih dipakai atau tidak di Persija. Walaupun, hatinya masih untuk Persija”.
Firman Utina: “Merasa orang paling baru di Persija. Walaupun masih baru, hatinya sudah melekat dengan Persija dan The Jakmania. bahkan ingin lebih lama lagi di team Persija. Untuk masa depan kariernya, Firman Utina Menyerahkan seluruhnya pada team evaluasi Persija”.
Baihakki Khaizan: “Pertama gabung di team Persija, sangat terharu terhadap The Jakmania yang datang ribuan di Kota Malang. Baihakki juga merasakan animo yang sangat luar biasa di Gelora Bung Karno, yang di perlihatkan The Jakmania, seakan-akan tidak ingin pulang ke negaranya dan berharap menjadi Warga Negara Indonesia.
Fakhrudin Musafic: “Perjuangan sudah maksimal, semua pemain sudah all out, tetapi hasil berkata lain. Disisi lain Fakhrudin mengatakan The Jakmania adalah suporter luar biasa, “The Real” dan berharap kedepannya masih ingin bermain untuk Persija Jakarta.
Leo Saputra: “Saya atas nama pribadi dan keluarga minta maaf yang sedalam-dalamnya untuk The Jakmania. sebagai anak Jakarta, merasa berdosa, di berikan kepercayaan tidak bisa memberikan gelar apapun dan meminta maaf yang sedalam-dalamnya”.
Ismed Sofyan: “Sepuluh tahun bermain untuk Persija, merasa sangat berdosa tidak bisa memberikan gelar apa-apa untuk Persija, hatinya sudah merasa bagian dari keluarga besar The Jakmania dan masih ingin terus bermain di Persija. Untuk masa depan kariernya  Ismed Sofyan menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen Persija”.
Itulah petikan-petikan komentar pemain yang dapat di rangkum. Mudah-mudahan kegagalan ini, tidak akan terulang lagi di musim depan, sehingga Persija bisa meraih “Juara”.

Selasa, 22 Juni 2010

Desain Kemeja Cilangkap





setuju ngga sama desain'a ?????

Minggu, 13 Juni 2010

SELAMAT ULANG TAHUN JAKARTA YANG KE - 483 TH



” Memahami Kota Jakarta dengan segala kompleksitas permasalahannya, dengan keanekaragaman suka dan ras nya serta populasi penduduk yang padat tentu tidak sederhana, apalagi jika beban itu dipikul oleh Jakmania yang hanya organisasi (hobby) supporter tentu bukan kapasitasnya untuk memahami Kota Jakarta.
” Banyak orang mencoba memahami Kota Jakarta dengan caranya tersendiri, bagi sebagian orang, Kota Jakarta hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan, sebagian orang lagi berpandangan Kota Jakarta adalah sebuah pengharapan masa depan, tidak sedikit juga yang memahami Kota Jakarta sebagai kota yang tidak ramah untuk mereka yang miskin dan tidak punya uang, sementara sebagian orang tertawa terbahak – bahak sambil berkata Kota Jakarta adalah ‘Surga’.
” Persetan dengan itu semua ! Kota Jakarta dengan membusung dada terus berlalu, meninggalkan banyak catatan prestasi juga catatan kelam. Jakarta terus bergerak mencari jatidirinya walau langkah itu tertatih. memulai dengan semangat untuk menjadi Kota Clean dan berlanjut menuju Kota Green dan sekarang bertahap menapaki untuk Kota Modern.
” Penduduk Jakarta, yang menurut catatan badan sensus penduduk, jumlah penduduk Kota Jakarta pada siang hari mencapai 8.522.589 Juta orang, sedangkan pada malam hari mengalami penurunan sekitar 5 juta orang, ini disebabkan karena pada malam hari sebagian penduduk Jakarta kembali kerumah yang berlokasi di daerah – daerah penyangga Jakarta (Tanggerang, Bekasi, Depok, Bogor)
” Diantara 8.522.589 penduduk Jakarta, ada sekelompok anak muda yang menamakan dirinya The Jakmania, yang berdiri pada tahun 1997 dan sekarang memasuki usia 13 tahun sejak berdiri, memilih caranya sendiri untuk memahami Kota Jakarta. mereka menetapkan Sepakbola(pendukung PERSIJA JAKARTA)  sebagai pilihan media untuk ekspresikan diri terhadap Kota Jakarta.
” Berawal dari kesamaan minat dan hobby akan sepakbola, mereka mendirikan organisasi yang bernama The Jakmania yang merupakan akronim dari kata ‘Jakarta’.  Jumlah mereka tidak lebih dari 40 orang saat awal berdiri dan sekarang jumlah keanggotaan Jakmania yang tercatat resmi tidak kurang dari 80 ribu orang, jumlah yang tidak sedikit untuk sebuah organisasi Hobby.
” Pencapaian angka keanggotaan tersebut diperoleh dalam kurun waktu 13 tahun, waktu yang cukup memadai dan trennya pun terus mengalami peningkatan jumlah keanggotaan, tentu hal ini bukan sesuatu yang biasa, sekelompok anak muda dengan tingkat emosional yang belum stabil, serta produktifitas mereka, tentu tidak dapat dipandang sebelah mata, konsolidasi mereka melahirkan slogan – slogan yang menjadi roh dari pergerakan organisasi mereka
semisal ‘ PERSIJA AMPE MATI ‘  ‘JAKARTA KOTA GUE’  ‘ SATU JAKARTA SATU ‘ slogan – slogan ini mengikat diantara mereka secara emosional dan perilaku militan tercipta.
” Kini Jakmania  menjelma sebagai Identitas Sosial, mereka digandrungi oleh banyak kalangan muda yang haus akan aktualisasi diri, dan mereka juga punya penilaian terhadap Kota Jakarta seperti kebanyakan orang juga. yang membedakan Jakmania dengan yang lain adalah, mereka dengan kesadaran berkelompok, bekerja membangun wadah bagi mereka semua aneka suku dan ras untuk berusaha memahami Kota Jakarta yang mereka tinggali, Jakmania menjadi tempat yang netral untuk siapa saja walau berbeda suku dan ras, oren sebagai warna pemersatu diantara mereka.
” Jakmania bisa menjadi  ‘ Ancaman ‘ bisa juga menjadi ‘ Kekuatan ‘ pertumbuhan Kota Jakarta, dengan Potensi Sosial yang memadai, kelompok ini sesungguhnya memiliki kesempatan yang baik untuk ikut membangun pertumbuhan Kota Jakarta. mengingat Jakmania memilki nilai yang sudah kadung sebagai ikatan emosional dan menciptakan perilaku militan dengan slogan – slogan nya, ini nilai lebih yang dimiliki Jakmania.
” Tinggal kita semua ingin memandangnya dari sudut mana ? apakah sudut pandang ini adalah ‘ Ancaman ‘ atau ini adalah  ‘ Kekuatan ‘ ?
” Akhirnya semua kembali kepada kita sebagai pelakunya, kami The Jakmania sejak awal berdiri sudah menetapkan bahwa sepakbola adalah media kami untuk mencintai Kota Jakarta, sepakbola mampu membuat kemungkinan – kemungkinan, bahkan pada menit – menit terakhirpun sepakbola masih mampu berikan kejutan !
” Yang kami butuhkan adalah PERHATIAN ! PERHATIAN ! PERHATIAN ! dan APRESIASI POSITIF dari Masyarakat dan Pemerintah DKI JAKARTA… kami berHAK atas  KESEMPATAN
Satu Jakarta Satu – Jakarta Kota Gue – Persija Ampe Mati
* SELAMAT HUT KOTA JAKARTA KE 483 *
dari kami ” KELUARGA BESAR JAKMANIA “

Kamis, 10 Juni 2010

PERSIJA SIAP KE MANADO


Jak Online- Informasi yang dihimpun Jak Online (JO) dari Manajemen Persija (Bung Ferry) Team Persija meliburkan para pemain hingga Rabu (9/6). Kamis, tim sudah latihan lagi. Berikut jadwalnya :

Kamis, 10 Juni latihan sore jam 16.00
Jumat, 11 Juni latihan pagi jam 07.00 dan sore jam 16.00
Sabtu, 12 Juni latihan sore jam 16.00
Minggu, 13 Juni libur
Senin, 14 Juni sore 16.00

Tempat latihan sedang diurus perijinannya. Pilihan tempat di Lapangan Mabes TNI Cilangkap karena lapangan Ragunan dan Lebak Bulus tidak bisa digunakan. Namun sayangnya lokasi latihan di Mabes TNI Cilangkap ini tertutup untuk umum sehingga tidak bisa disaksikan oleh masyarakat umum termasuk rekan-rekan Jakmania dikarenakan kawasan ini merupakan kompleks Militer.
Sementara itu, Tim Persija Jakarta mendapat undangan pertandingan persahabatan dari team Persma Manado. Rencananya tgl 15 pagi Persija berangkat menuju Manado untuk bertanding keesokan harinya pada tgl 16 Juni. dan pada Tgl 17 Juni 2010 Persija sudah bertolak kembali ke Jakarta.